wanita tua itu membereskan kembali pecahan gelas yang terjatuh di lantai dengan perasaan yang sangat sedih dan terluka, ini semua t...






wanita tua itu membereskan kembali pecahan gelas yang terjatuh di lantai dengan perasaan yang sangat sedih dan terluka, ini semua terjadi karena anak perempuannya yang bernama Putri, Putri merupakan anak satu-satunya dari wanita itu. Indah rupanya, cantik wajahnya, namun buruk akhlaknya. Semenjak ditinggal pergi oleh ayahnya untuk selamanya, sikap Putri berubah secara drastis semenjak itu, dia menjadi nakal dan pemarah, ibunya tidak tau lagi harus bagaimana menghadapinya, sudah berbagai cara dia lakukan, namun itu hanya membuat dirinya semakin sakit akan sikap anaknya, dan ini merupakan kesesekian kalinya Putri membuat ibunya sedih.

“ibu…., buu…., bagi duit buu” teriak Putri sambil mencari ibunya, ibunya yang sedang makan pun terkejut mendengar suara Putri, saat hendak berdiri, Putri pun sudah berada di hadapan ibunya, dan tanpa berkata-kata, Putri langsung menarik dompet ibunya, dengan refleks, ibunya pun berusaha untuk mempertahankan dompetnya dengan sekuat tenaga, namun apadaya, tubuhnya yang lemah dan renta dan tidak kuat seperti dulu lagi, tidak mampu menahan tarikan dari putri,  yang akhirnya ibu itu pun terjatuh dan secara tidak sengaja memecahkan gelas yang berada di meja. Setelah mendapatkan dompet ibunya tersebut, tanpa ada rasa bersalah sama sekali, Putri pun langsung pergi meninggalkan ibunya yang sedang kesakitan itu, wanita tua itu hanya bisa meratapi apa yang terjadi denganya barusan tadi, semua uang hasil jualannya seharian sekarang sudah habis tak tersisa, dan ini semua dilakukan oleh anak kesayanganya sendiri.

Setelah berhasil mendapatkan apa yang dia inginkan, putri pun langsung pergi menuju sebuah tempat yang cukup jauh dari rumahnya, disana sudah terlihat Dino, Eka, Shinta, dan Rio, yang tak lain merupakan anak jalanan yang sering berkumpul di tempat tersebuT, entah apa yang membuat putri bisa mempunyai teman-teman seperti mereka. Putri pun langsung menghampiri teman-temannya itu, “wey put, mana uangnya”, kata Shinta, sesaat setelah Putri datang menghampiri mereka, “tenang aja, hari ini kita bisa jajan, hahahah”, sahut Putri, dengan perasaan yang gembira. Akhirnya mereka pun menggunakan uang itu untuk membeli rokok dan minuman yang memabukan, “weyy put, minum nih, jarang-jarang lu minum beginian”, kata Eka dengan santainya, sambil menyodorkan sebotol minuman, yang tak lain adalah minuman memabukan, Putri berusaha untuk menolaknya, namun karena terus di paksa oleh keempat temanya itu, Putri pun terhasut akan teman-temanya, dan putri  meminum minuman itu.

Disisi lain, Ibu dari Putri mulai khawatir akan keadaan Putri, karena tidak seperti biasanya Putri belum pulang, sedangkan adzan magh’rib sudah berkumandang 30 menit yang lalu, perasaan gelisah semakin menyelimuti wanita tua itu, karena tidak ingin semakin khawatir akan keadaan anaknya ini, wanita tua itu pun keluar untuk mencari Putri, wajah penuh kekhawatiran terlihat di wajah wanita tua itu, dengan sebuah payung di genggamanya dan rintik-rintik hujan yang terus membasahi dirinya dan sesekali mengenai wajah seorang wanita yang seharusnya bisa menikmati kebahagian di masa tuanya ini, dia terus menyusuri kegelapan malam demi bertemu buah hatinya yang sangat ia sayangi.

“wey…no, si Putri kayanya udah mabuk tuh, kesempatan nih” kata Rio kepada Dino, dengan tatapan tajam yang mengarah kepada Putri, “wah boleh juga tuh yo, mumpung si Eka sama si Shinta lagi pergi keluar, mendingan kita sikat aja nih si Putri” kata Dino. Entah apa yang ada dipikiran kedua pemuda itu, tetapi  Niat jahat sepertinya sudah merasuki kedua pria mabuk tersebut, tanpa pikir panjang, mereka pun langsung berusaha untuk melecehkan Putri, Putri yang dalam keadaan setengah sadar, berusaha untuk melawan kedua Pemuda tersebut, namun apadaya, tenaga kedua pemuda tersebut jauh lebih kuat dibanding tenaga Putri yang seorang diri, Putri pun berusaha teriak sekencang-kencangnya. Karena tidak ingin aksinya ketahuan orang lain, Dino pun memukul kepala putri sekencang-kencangnya hingga dia pingsan.

Matahari mulai menampakkan wujudnya, sinarnya mulai menyinari bumi, dan membuat sebagian orang terbangun dari lelapnya. “hmm, dimana aku sekarang”, kata yang pertama kali keluar dari mulut putri saat dia terbangun, “Kamu berada di rumahku, tenang saja kamu aman disini”, sahut seorang lelaki muda, lelaki itu kemudian membawakan secangkir teh hangat untuk Putri, “ini minum dulu”, kata lelaki itu, Putri pun menuruti perkataan lelaki itu dan meminumnya, “kamu siapa?”, Tanya Putri kepada lelaki itu, lelaki itu hanya tersenyum kepadanya, senyumnya sungguh menenangkan, seakan oase di tengah padang pasir. “sudah sekarang kamu jangan banyak bicara, kamu harus banyak-banyak istirahat-istirahat”, kata lelaki itu kepada Putri, kemudian lelaki itu pun berlalu meninggalkan Putri sendirian, Putri semakin penasaran dengan lelaki itu, putri pun berusaha untuk bangun dari tempat tidurnya, namun kepalanya sangat sakit, sehingga Putri memutuskan untuk tetap berbaring di Kasur, kemudian Putri melihat kesekelilingnya, dan pandanganya tertuju pada sebuah foto, di foto tersebut, putri melihat seorang anak dan seorang wanita yang kemungkinan adalah ibu dari anak itu.

“hey, sedang apa”, sahut lelaki tadi, mengagetkan Putri, “oh nggak, Cuma lagi ngeliat sekeliling kamar ini aja”, kata Putri, lelaki itu pun berjalan menuju Putri, sambil membawa semangkuk bubur yang terlihat masih hangat, “ini makan dulu” kata lelaki itu, “emm iya, eh aku kenapa sih bisa sampai ada dirumah kamu”, kata Putri kepada lelaki itu, pria itu pun langsung menjawab pertanyaan putri, “jadi begini, kemarin selepas aku menunaikan sholat isya dari masjid, saat aku hendak pulang, aku mendengar suara teriakan, setelah aku cari dimana suara itu berasal, dan ternyata itu adalah suara kamu, pada saat aku mendatangi kamu, kamu sudah terlihat pingsan dan lebih terkejutnya aku, karena ada dua orang pemuda yang hendak memperkosa kamu, melihat itu, aku langsung berusaha untuk menyelamatkan kamu, kebetulan karena kedua pria itu sedang mabuk, jadi aku tidak kesulitan untuk menolong kamu, dan karena sudah malam, aku pun membawa kamu kerumahku”, setelah mendengar penjelasan dari pria tadi, perasaan Putri menjadi lebih tenang, “oh ya, namaku Putri, nama kamu siapa”, Tanya putri, “namaku Dandy”, jawab lelaki itu, “oh ya, sekarang sudah waktu dzuhur, ayu kita sholat, kamu bisa bangun kan”, kata lelaki itu

Setelah melakukan sholat Dzuhur, perasaan hati Putri menjadi lebih tenang dibanding sebelumnya, dan ini perasaan yang sudah lama tidak ia dapatkan sebelumnya. “heyy, tadi aku melihat sebuah foto dikamar kamu, aku melihat seorang anak dengan ibunya,  itu siapa ?”, Tanya Putri kepada lelaki itu, lelaki itu  tersenyum namun matanya terlihat berkaca-kaca, Putri terlihat bingung dengan lelaki itu, “dand kamu kenapa, aku salah ngomongya”, kata Putri, “oh ngga ko, kamu ga salah. Jadi foto yang kamu lihat tadi, itu fotoku dengan ibuku saat aku masih kecil, aku masih ingat semua kenangan itu, sampai aku benar-benar mengecewakanya dan membuanya jatuh sakit, dan semuanya berjalan begitu cepat, dia meninggalkanku untuk selamanya, sampai sekarang perasaan penyesalan itu masih ada dalam diriku, aku masih belum bisa membahagiakanya. Jadi selama kamu masih memiliki ibu, sayangilah dia dengan sepenuh hatimu, karena jika kau belum membahagiakanya dan telah kehilanganya, maka kau akan menyesal sejadi-jadinya”, kata lelaki itu, Dandy pun menceritakan semuanya, sesekali air mata lelaki itu pun jatuh membasahi sejadah di mana dia selalu bersujud meminta ampunan atas segala apa yang dilakukanya selama ini.

Putri terlihat terharu mendengar cerita Dandy, dia jadi teringat akan ibunya, “aku harus pulang sekarang, aku harus pergi menemui ibuku, dia pasti mengkhawatirkanku saat ini”, kata Putri dengan cemasnya, “iya Putri, kamu harus tenang, kamu belum pulih, aku akan antar kamu kerumahmu, sekarang kamu harus tenang oke”, kata Dandy sembari menenangkan Putri. Akhirnya mereka berdua pun pergi menuju rumah Putri, sesampainya disana, Putri langsung berlari menuju pintu rumahnya, diketuklah pintunya, sesaat kemudian, munculah sesosok wanita, yang tak lain adalah ibunya sendiri, ibunya sangat terkejut melihat Putri, begitupun sebaliknya, wajah Putri terlihat sangat merindukan ibunya, putri pun memeluk ibunya dengan sangat erat, ibunya bingung dengan apa yang dilakukan Putri, tidak seperti biasanya Putri memeluk ibunya, “buu… Putri minta maaf ya bu”, kata Putri kepada ibunya dengan berlinang air mata, “tidak apa-apa nak, ibu tau kamu pasti sedih dan kecewa setelah kita berdua ditinggal ayah”, kata ibu Putri untuk menenangkanya, “dan Putri juga tidak mau kehilangan orang yang putri sayangi untuk kedua kalinya”, kata Putri dengan berlinang air mata

“Putri..lelaki itu siapa ?”, Tanya ibu Putri kepadanya, Putri pun menjawabnya, “oh..lelaki itu, dia yang sudah menolongku kemarin bu”, “menolong kamu kenapa, memangnya kamu kenapa put”, Tanya ibunya dengan penuh kekhawatiran, “iya bu, nanti aku ceritain semuanya ko bu”, akhirnya mereka pun masuk kedalam rumah, begitupun dengan Dandy, didalam sana mereka menceritakan segalanya, sesekali wajah ibu Putri terlihat terkejut, setelah melakukan perbincangan yang cukup lama, mereka pun menyudahi pembicaraan mereka, dan Dandy pun pamit untuk pulang, “Dandy..kita kapan untuk bertemu lagi” kata Putri kepada Dandy, “Tenang saja, kita akan bertemu lagi, entah kapan entah dimana, hanya ALLAH yang tahu”, kata lelaki itu kepada Putri dengan senyumananya yang sungguh menenangkan


Setelah pertemuan itu, Putri berubah menjadi muslimah yang jauh lebih baik dari sebelumnya, namun setelah itu, Putri tidak pernah bertemu lagi dengan lelaki itu, hanya do’a yang dia panjatkan untuk bisa bertemu dengan lelaki yang bisa membuatnya hingga seperti ini. entah kapan dan dimana, selama kita masih berada di bawah langit yang sama, waktu dan jarak tidak masalah, kita akan bisa bertemu, walaupun hanya bertemu lewat do’a.

Pagi yang cerah telah datang, mentari pagi telah bersinar menyinari bumi ini, dan telah membuat sebagian orang terbangun dari lelapnya...


Pagi yang cerah telah datang, mentari pagi telah bersinar menyinari bumi ini, dan telah membuat sebagian orang terbangun dari lelapnya tidur dan bersiap untuk kembali beraktifitas. Tak terkecuali untuk Dino. Dino tidak bisa mengingat apa yang terjadi pada dirinya , tubuhnya penuh luka, dan wajahnya lebam, dia melihat selang infus menancap di tanganya dan seseorang yang berpakaian seperti  perawat. “ Dimana aku, apa yang terjadi denganku ? “, Tanya Dino dengan nada lemah kepada perawat itu. “ Kamu sedang  berada di Rumah sakit, kau mengalami kecelakaan, sepertinya tabrak lari, kamu beruntung bisa selamat, tapi temanmu tidak “, jawaban dari perawat itu membuat Dino sangat bingung, karena dia tidak mengingat kejadian yang dialaminya.

Dino adalah Seorang mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Jakarta. Belakangan hari ini Dino merasa ada seseorang yang mengawasinya dan kejadian semalam membuat hidup Dino berubah. Sepulangnya dari kampus pukul 21.30 WIB karena banyak kegiatan di kampus, Dino dengan temanya kevin pulang untuk menuju rumah kontrakan yang mereka sewa untuk tempat tinggal sementara saat kuliah. Mereka selalu berjalan kaki, karena jarak antara kampus dengan kontrakanya cukup dekat

Tidak seperti biasanya jalan yang mereka selalu lewati ini sangat sepi, mungkin karena waktu yang sudah cukup malam.  “ Vin, ko jalanan sepi ya, ga kaya biasanya ”, suara Dino memecah keheningan. “ ya, lagian juga udah jam 21.30 WIB, mana ada sih orang yang keluar jam segini ”, sambung Kevin. Di tengah-tengah perbincangan mereka, Dino melihat seorang pria bertubuh tinggi besar dan memakai jaket kulit di seberang jalan. Dino tidak bisa melihat wajah pria itu, karena disana gelap sekali. “ Kevin, liat dah orang disebrang sana ”, kata Dino sembari menunjukan arahnya menggunakan tanganya, kevin pun langsung melihat ke arah yang ditunjuk Dino, “ oh, orang itu. Mungkin dia lagi nunggu temanya disana ”, Sahut Kevin tanpa ada rasa curiga sama sekali dengan orang misterius tadi.

Mereka pun berlalu menjauhi tempat orang misterius tadi berdiri, Dino terlihat masih penasaran dengan orang tadi, sedangkan Kevin telihat sedang bertelpon dengan seseorang, sesekali Dino melihat ke arah orang misterius tadi berdiri, dan alangkah terkejutnya dia ketika Dino melihat kembali ke arah orang misterius berdiri, orang itu sudah menghilang. Dino memutuskan untuk tidak memberi tahu apa yang dia lihat, Karena tidak  ingin mengganggu kevin yang sedang bertelpon. semilir angin berhembus menerpa Dino, seakan-akan menambah suasana aneh yang dialami Dino. Tiba-tiba Dino mendengar suara langkah kaki dari belakang dirinya, Dino pun menengok ke arah belakang, dan anehnya dia tidak melihat siapapun disana, Dino pun merasa mereka berdua seperti diikuti.

Tiba-tiba suara Kevin memecah lamunan Dino, “ No, gua ada bisnis sama temen gua nih, jadi lu duluan aja ya ke kontrakanya ”. Mendengar hal itu, Dino merasa sedikit takut karena dia akan sendirian pulang ke kontrakanya, tetapi beruntung bagi Dino, karena jarak ke kontrakanya sudah semakin dekat. “ Yaudah Vin, jangan lupa bagi gua hasilnya ya hehehe “, sahut Dino dengan sedikit becanda. Akhirnya mereka  pun berpisah dia sebuah pertigaan jalan. Dino menuju kontrakanya dan Kevin menuju tempat yang dia tuju.

Dino tidak pernah bertanya kepada Kevin tentang bisnis apa yang dijalaninya, karena Dino merasa itu adalah urusan pribadinya dan dia tidak berhak untuk mengetahuinya. Dino pun  melanjutkan perjalananya, dan ditengah perjalanan, Dino dihadang oleh sebuah mobil van berwarna hitam, setelah itu turunlah 3 pria dengan postur tinggi besar dan mengenal salah satu pria tersebut, seperti pria yang tadi Dino dan Kevin lihat di sebrang jalan. Dino sangat ketakutan setengah mati, setekita  itulah Dino ingin berlari, namun ketika hendak berlari, salah satu dari pria itu telah menangkap dirinya, Dino berusaha melawanya dengan sekuat tenaga, namun perlawan itu usai karena salah satu pria itu memukulnya dari belakang dan membuatnya pingsan, dan akhirnya Dino yang pingsan dimasukan kedalam mobil, dan dibawa ke sebuah tempat.

Setelah sampai ketempat yang mereka tuju, para pria ini membawa Dino ke sebuah rumah kosong dan mengikatnya di sebuah bangku. Salah satu  dari pria itu menyiramkan air ketubuh Dino, untuk membuatnya sadar. “ Bangun!!! “, teriak salah satu pria kepada Dino.  Dino pun tersadar dari pingsanya dan terlihat sangat ketakutan. Dan saat itu pula datanglah seorang wanita yang terlihat sebagai pimpinan dari orang-orang yang menculik Dino, karena salah satu dari pria tersebut memanggilnya sebagai bos, wanita itu pun mendekat menuju Dino dan menatap matanya dengan tatapan yang sangat tajam, “ Dimana paket milikku “, tanya wanita itu dengan wajah yang penuh amarah kepada Dino. Dino yang merasa tidak tau apa-apa langsung menjawabnya, “ aku tidak tau apa-apa tentang hal ini,  kalian telah salah orang “. Jawaban dari Dino membuat wanita itu semakin marah dan langsung menampar wajah Dino, “ kamu jangan main-main dengan saya, cepat beritahu saya dimana paketnya, atau kamu akan bernasib sama seperti temanmu itu “, sahut wanita itu sembari menunjuk seorang pria yang kondisinya terlihat sangat mengenaskan. Dino melihat kearah yang ditunjuk wanita tersebut dan alangkah terkejutnya dia karena pria itu adalah Kevin.

Dan disini disini Dino telah tahu kebenaranya, ternyata Dino tahu kalau bisnis yang dijalani kevin itu adalah jual beli Narkoba, karena kevin telah mencuri Narkoba  dari wanita itu, dan Sudah sekitar lebih dari 3 jam para orang-orang misterius itu mengitrogasi Dino dan menyiksanya.

Karena mereka tidak mendapatkan satupun jawaban yang benar dari mulut Dino, mereka pun membuang Dino dan Kevin di tengah jalanan, agar mereka berdua terlihat seperti korban tabrak lari, pagi harinya mereka berdua ditemukan oleh seorang pengendara mobil, dan pengendara itu langsung membawanya ke Rumah sakit, beruntung bagi Dino karena lukanya tidak terlalu parah, tapi nahas bagi Kevin, nyawanya tidak bisa diselamatkan.

setelah dilakukan perawatan, kondisi Dino semakin membaik, namun sepertinya ingatan Dino hilang sementara, Dino pun tersadar dari tempat tidurnya, dan memberanikan diri untuk melihat jasad temanya, dibantu dengan kursi roda, Dino menuju tempat dimana jasad temanya diletakan. Dan setelah melihat wajah temanya, Dino langsung mengingat apa yang sebenarnya terjadi semalam dan melaporkan semua hal yang diingatnya kepada polisi.

Memang susah rasanya untuk melupakan sesuatu yang kita sayangi, apalagi kenangan bersamanya begitu berbekas di hati ini, dan walaupun kit...

Memang susah rasanya untuk melupakan sesuatu yang kita sayangi, apalagi kenangan bersamanya begitu berbekas di hati ini, dan walaupun kita sudah bersusah payah untuk melupakanya, itu malah membuat kenangan bersamanya semakin melekat di hati dan pikiran ini, dan ini merupakan kisah bagaimana diriku berusaha untuk melupakan kenangan bersamanya.

Sudah seharian ini pikiran ku kacau, tapi di satu sisi, diri ini merasa bebas, entah kenapa keputusanku untuk memutuskan hubunganku dengan si Diana begitu berat rasanya.

Kemarin aku membuat keputusan yang paling besar dalam sejarah hidupku. Dan ini semua berawal saat disekolah, aku melihat Diana sedang bercakap-cakap dengan Rino di salah satu meja di kantin, Rino merupakan salah satu cowo paling kaya disekolah, entah kenapa rasa penasaran ini begitu menggebu-gebu untuk mengetahui apa yang mereka bicarakan, dengan rasa penasaran yang tinggi aku duduk di dekat meja tempat mereka berbicara,

Dan pada saat itu pula, aku bisa mendengar percakapan mereka berdua, dan sepertinya mereka tidak menyadari kehadiranku didekat mereka

“ Diana, kata teman-teman, kamu pacarnya Dandy ya ? “ Tanya si Rino dengan rasa penasaranya

Diana terlihat bingung ingin menjawab apa, aku bisa melihat dari raut wajahnya, tapi sepersekian detik kemudian, Diana menjawab pertanyaan Rino

“ Ehh..emm, a…aaku bukan pacarnya dandy ko, itu mah cuma gosip, kita cuma teman ko  “

Jawaban Diana kepada si Rio ini membuat seakan-akan langit ini runtuh menimpah ku, dan pada saat itu pula aku pergi meninggalkan mereka berdua yang sedang asyik berbicara dengan hati yang hancur dan sedih, aku tidak tau harus mencurahkan perasaan ini kemana lagi, hidupku terasa hancur secara tiba-tiba, taktakala mendengar ucapan wanita yang sudah memberikan kenangan begitu indah kepadaku ini.

Tidak ingin larut dari kesedihan, aku memutuskan mengirim pesan kepada Diana untuk menemuiku di taman yang biasa kita kunjungi bersama saat pulang sekolah.

“ Kring….Kring…!!! “ bel sekolah berbunyi menandakan waktu untuk pulang, aku bergegas mengayuh sepedaku untuk pergi menemui Diana di sana.

30 menit lamanya aku menunggu dirinya, sepertinya Diana tidak datang, saat hendak pergi dari taman, aku melihat sesosok wanita yang tidak asing lagi dimataku, dari kejauhan aku bisa melihatnya kalau sosok itu adalah Diana, aku pun mengurungkan niatku untuk pergi dari taman.
Diana terlihat sangat cantik, dia melihatku dengan senyumnya yang sangat tidak bisa kulupakan, senyumanya begitu indah, sehingga tanpa kusadari dia sudah begitu dekat dengan diriku, Dan diana langsung bertanya kepadaku

“ Hey, kamu sudah lama disini ya ? “

“ Eh…emm, iya “ jawabku sambil berusaha melepaskan pandanganku kepada dirinya
Diana terlihat bingung dengan sikapku yang begitu dingin, sehingga dia bertanya lagi kepadaku

“ Dan…kamu gapapa, kamu marah ya sama aku ?, emang aku salah apa ? “

Pertanyaan Diana tadi membuat diriku langsung ingin mengungkapkan apa yang kulihat tadi disekolah

“ Jadi begini, tadi disekolah aku ga sengaja mendengar pembicaraan kamu dengan si Rino, dan ada satu kalimat yang sangat menyakitkan bagi diriku yang kamu ucapkan kepada Rino, kamu ngaku sama Rino kalau kita ga pacaran, trus hubungan kita selama ini tuh apa ? “

Pernyataanku kepada Diana tadi membuat dirinya bingung, Diana terlihat gelisah dan sepertinya dia tidak tau harus menjawab apa. Entah apa yang ada dipikranku ini dan mungkin karena rasa dikhinati aku langsung mengucapkan….

“ oke, kalo kamu ga bisa ngasih jawabanya, lebih baik kita putus !!!!

Seketika itu pula, Diana terlihat kaget dan matanya mengeluarkan air mata, dia tidak mampu berkata-kata, dan tidak mampu menjelaskan apa yang aku tanyakan. Tidak mau menunggu dirinya menangis dan terdiam, aku memutuskan untuk mengambil sepedaku dan pergi meninggalkanya, setelah beberapa meter, aku menoleh kebelakang, dan aku masih terheran-heran ada apa dengan dirinya, dia sama sekali tidak bereaksi. Dengan perasaan yang sangat kecewa dan sedih aku terus mengayuh sepedaku menjauh dari sana.

Aku pun berpikir untuk pergi kerumah Rio sahabatku untuk mencurahkan masalah ini kepadanya. Rio merupakan sahabatku dari kecil, kita sering bermain bersama, berbagi pengalaman bersama, dan kami pun juga sering berbagi keluh dan kesah bersama-sama.

“ Rio….Rio “ panggilku didepan pintu rumah Rio, sesaat setelah sampai dirumahnya. Lalu tiba-tiba pintu terbuka, dan terlihat sosok yang tak lain adalah sahabatku Rio

“ wey dan, apa  kabar, tumben kesini lu , ayo…masuk “

Tanpa menjawab salam dari Rio, aku langsung masuk kedalam rumahnya. Rio terlihat kebingungan dengan sikapku, sesaat setelah aku duduk, Rio langsung bertanya lagi kepadaku dengan penasaran

“ Dan ada apa…?, lu ada masalah dan ? “

Aku langsung menjawab apa yang Rio tanyakan

“ Jadi begini yo, gua sama Diana putus “
Rio terlihat kaget dengan jawabanku, sesaat itu pula ia bertanya kepadaku apa masalahnya, aku pun langsung menjelaskan apa permasalahanya

“ jadi begini yo……. “

“ bentar-bentar dan…, gua ambilin minum dulu “ sahut Rio, memotong penjelasanku.
3 menit kemudian, Rio kembali dengan membawa dua cangkir jus jeruk

“ Nih dan, minum dulu “

Setelah meminum jus jeruk yang Rio buatkan, aku langsung menjelaskan masalah yang aku alami tadi, Rio terlihat cukup serius ketika mendengarkan masalah yang aku ceritakan kepadanya.

“ Oh, jadi begitu masalahnya, benar juga sih, kalo gua jadi lu, gua pasti akan  melakukan hal yang sama, ya gua tau perasaan lu dan, gimana lu ga kecewa, pacar sendiri aja ga diakuin, udah sekarang lu lupain semuanya, kenangan denganya, oke dan“

Pernyataan Rio tadi membuat diriku ini merasa lega atas apa yang terjadi tadi.

“ Thanks banget dah yo, lu  emang sahabat gua yang paling the best lah “ kataku, sambil sedikit tersenyum, berusaha untuk melupakan kejadian tadi
Aku pun memutuskan untuk beristirahaat dan pulang kerumah, dan belajar untuk melupakanya

Lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT
Saat aku memasuki kamarku, aku teringat akan nasihat ayahku, ” bahwa jika kau mendapatkan kesenangan atau mendapatkan masalah, selalu ingatlah kepada Allah SWT ”, karena Allah akan senan tiasa mendengarkan keluh kesahmu, karena nasihat itu, aku langsung pergi menuju kamar mandi dan mengambil wudhu dan melaksanakan sholat, sehabis sholat aku tidak lupa untuk berdo’a agar masalah ini tidak terus menghampiri pikiranku, setelah sholat pikiran ini terasa jauh lebih tenang dibanding sebelumnya.

Jauhkan ingatan tentang dia
Setelah selesai sholat, aku melihat sebuah buku novel yang tidak asing, dan baru kusadari bahwa buku novel ini adalah pemberian dari Diana, aku pun membuka buku itu dan didalamnya terdapat secarik foto pertamaku dengan Diana, seketika pula aku tersenyum teringat kenangan yang kita jalani bersama, namun senyuman itu berubah menjadi kesedihan, karena Diana bukan miliku lagi, agar tidak ingin larut dalam kenangan, aku mengumpulkan semua barang-barang yang berkaitan dengan Diana, menaruhnya didalam sebuah Bok, dan menyimpanya di atas loteng.

Melakukan hal yang kusuka/hobi
Setelah kupikir-pikir, nasehat ibuku benar juga, ibuku pernah berkata bahwa, “ Urusan cinta nanti aja, sekarang fokusin hal apa yang kamu suka hingga kamu bahagia dengan hobimu, dan nanti setelah itu perlahan-lahan cinta akan datang menghampirimu “, betapa bodohnya aku selama, aku tidak pernah mendengarkan nasihat ibu, dan sekarang aku menyesal, akupun langsung membuka laptopku dan kembali menulis cerita di blog yang sempat tertunda oleh waktu pacaranku, menulis blog adalah hobiku tetapi semenjak pacaran dengan Diana, hobiku ini menjadi terbengkalai, dan aku menulis blog lagi agar pikiran bisa lupa dari kenangan dengan Diana.

Lupakan masa lalu, jalani masa sekarang
Setelah selesai menulis blog, aku jalan menuju tempat tidurku dan berrusaha untuk istirahat, tetapi sesaat hendak menutup mata, terdengar suara yang memanggil-manggil diriku dari balik pintu kamar ini, setelah ku buka, yang tak lain memanggil diriku adalah adikku

“ Ka…ka…main ps yu ka, temenin ade, ade bosen sendirian kalo mainya sendiri “
Wah itung-itung refreshing

“ Ayo..main, tapi kalo kalah jangan nangis ya, hehe “ ejekku

“ ngga lah, aku kan anak pintar, anak pintar kata mama ga boleh nangis “ jawab adeku dengan lugunya. Setelah itu aku dan adik ku, bermain video game bersama-sama, dan sudah dapat dipastikan aku selalu menang kalau bermain bola dengan adikku ini.
Saat sedang asyik-asyiknya bermain adikku ini mengeluh

“ Ahh…ga seru, kaka curang, kaka menang mulu, aku jadi males lah mainya “, setelah itu dia langsung pergi meninggalkanku dan mengadu sama ibu sambil menangis

Dan tiba-tiba terdengar suara mengerikan

“ Dandy!!!!, kamu apain ade kamu sampe nangis begini “

Dan tak lain sumber suara itu adalah berasal dari ibuku. karena saat ini aku tidak ingin berdebat dengan ibuku, aku langsung pergi keluar dari rumah

Berkumpul bersama teman-teman
Setelah lolos dari amarah ibuku, tiba-tiba ponselku berbunyi, ternyata ada pesan dari teman se genk ku untuk berkumpul di rumah roby, setelah mendapatkan pesan itu aku langsung mengayuh sepedaku untuk menuju rumah roby, namun ketika aku melewati taman, aku melihat perempuan yang telah membuatku sangat kecewa, ya, perempuan itu adalah Diana, aku melihat Diana sedang bersama Rino di taman, mereka  terlihat sedang bermesraan disana. oleh karena itu, sekarang aku tau kenapa Diana tidak menjawab pertanyaanku tadi di taman, karena dia sebenarnya ingin putus denganku, dan setelah itu menjalin hubungan dengan Rino, betapa bodohnya diriku ternyata selama ini aku memilih perempuan yang salah

Tidak mau teringat lagi akan kenangan bersamanya yang sudah berusaha ku lupakan, aku terus mengayuh sepeda ini hingga tanpa kusadari sebentar lagi aku akan sampai dirumah Roby, dan dari kejauhan aku bisa melihat teman-temanku sedang bercanda dan bermain bersama si teras rumah Roby

“ wey dan, lama banget lu, kita udah nunggui dari tadi nih “ sahut salah satu temanku

“ iya sorry, tadi sepedanya agak goyang, jadi gua ngegowesnya pelan-pelan, hehehe “

Tiba-tiba salah satu temanku berkata

“ oke karena orangnya sudah  lengkap, ayo kita main poker “

Akhirnya kami pun bermain poker dengan senangnya, dan kadang-kadang aku melakukan hal yang curang untuk menang, dan rasanya semua pikiranku tentang Diana sudah hilang dengan bermain bersama teman-temanku ini


Tanpa kusadari waktu sudah menunjukan pukul  5 sore, berarti waktunya untuk pulang. Aku pun pamit kepada teman-temanku untuk pergi, sesaat setelah sampai dirumah, tubuh ini terasa lelah sekali, aku pun memutuskan untuk beristirahat dan melupakan semua hal  yang berkaitan dengan Diana. 

Pacaran, sebuah kata yang mendefinisikan hubungan antara dua manusia yang berlainan jenis yang saling memadu kasih, untuk menuju jenjan...


Pacaran, sebuah kata yang mendefinisikan hubungan antara dua manusia yang berlainan jenis yang saling memadu kasih, untuk menuju jenjang berikutnya. Mungkin kalimat tadi tidak asing di telinga kalian yang sudah pernah pacaran, tapi ini merupakan hal yang asing bagi diriku yang belum pernah sama sekali untuk pacaran, dan dibawah ini merupakan kisahku dalam perjuangan untuk merasakan apa itu yang namanya pacaran. Walaupun memang bukan pacaran tapi untuk ngajak jalan, tapi rasanya udah kaya pacaran ko hehehe

“ hai, Diana, aku ingin tanya sesuatu sama kamu “

” tanya apa Dan, aku siap ko jawabnya “ jawab diana, dengan penuh pengertian

“ jadi begini, Ehhh…, kamu mau ga jadi pacar aku “ tanyaku dengan tegang kepada diana

Diana tampak terkejut dengan pertanyaanku, sepertinya dia tidak menyangka aku akan bertanya seperti itu, diana pun langsung menjawab pertanyaanku, dan aku tak kuasa melihat wajahnya yang begitu cantik

“ Sebenarnya sejak dulu juga akuuu…….. “.

“ Dandy, de, bangun de udah siang!!! “ ternyata Cuma mimpi hehe, ah ibu bangunin aja udah tau lagi seru-serunya.

“ seru-serunya apa, noh liat jam, mau sekolah jam berapa “ sahut ibu

Waduh, mampus gua, udah jam setengah tujuh, akhirnya karena udah siang, aku pun menggunakan jurus andalanku. Akhirnya dalam 20 menit aku udah selesai mandi, berpakaian dan sarapan.

“ Bu, Dandy berangkat sekolah dulu ya bu “

“ iya nak, hati-hati di jalan “ jawab ibu dengan penuh perhatian

aku pun langsung menaiki si jagur, jagur ini merupakan sepeda kesayanganku, aku menamainya si jagur karena dia selalu menemaniku kemana pun ku pergi. Ngga kerasa aku udah 10 menit mengayuh sepeda, dan sudah terlihat pintu gerbang sekolah yang hendak tertutup, karena itu aku mengayuh si jagur ini dengan kecepatan maksimal.

 Duaarr!!, “ Aduh sakit, aww, kaki ku sakit “ ternyata si jagur kurang cepat dan akhirnya menabrak pintu gerbang sekolah

“ dan, gapapa dan “ Tanya si boy. Si boy ini merupakan satpam di sekolah ku, aku dan teman-temanku memanggilnya boy, agar lebih akrab aja hehe.

“ gapapa sih gapapa, nih liat si jagur peleknya jadi penyok gini, gara-gara lu “ jawabku dengan kesal

“ lah ko aku yang disalahin, salah kamu sendiri, udah tau gerbang mau ditutup ini malah ngebut-ngebut begitu kan jadinya “ jawab si boy, dengan muka  ga bersalah, emang ga bersalah sih

Akhirnya pun setelah mengalami perdebatan siapa yang salah, aku masuk ke daam lingkungan sekolah dengan membawa si jagur yang penyok, dan menaruhnya di parkiran, karena ku lihat waktu sudah menunjukan pukul 7 lewat 5 menit, yang berarti aku telat 5 menit, dengan cepat aku menuju kelas ku yang berada di lantai 2.

Sesampainya di kelas, aku sungguh bahagia, karena guru belum masuk kedalam kelas, dan kebahagiaanku pun bertambah setelah melihat wajah perempuan yang aku mimpikan tadi pagi, diana namanya, cantik wajahnya, elok rupanya, pokonya the best lah hehehe.

Diana merupakan salah satu perempuan paling populer dan cantik disekolah, banyak anak laki-laki yang berusaha mendekatinya, tapi semuanya gagal. Tapi aku sebagai pria sejati yang pantang menyerah akan terus berjuang mendapatkan hati si diana ini walaupun peluangnya kecil tapi aku harus tetap optimis.

Tiba-tiba salah satu murid berteriak “ wey, guru datang !!!!!“, seketika pula bangku dan meja yang tadi berantakan tiba-tiba menjadi rapih kembali, semua murid termasuk diriku langsung menempati tempat duduk masing-masing, dan pelajaran pun dimulai,

2 jam kemudian “ Kring!!!..Kring..!!!... “ bel sekolah berbunyi tandanya istirahat,
Ketika semua teman-temanku pada keluar menuju kantin, aku melihat sesosok perempuan yang sedang asyik membaca buku, yang tak lain adalah Diana, nah ini merupakan kesempatan ku untuk mendekatinya, dan disini aku punya berbagai macam cara untuk mendekatinya


  • Bersikap tenang

nah ini merupakan salah satu cara yang aku pelajari untuk mendekatinya, walaupun aku ngebet banget pengen ngobrol sama si diana, tapi aku harus membuat diriku tenang, agar si diana ini penasaran sama ku, aku pun duduk di sebelah meja sambil membuka buku pelajaran yang tadi dipelajari, biar dilihat si Diana aku lagi belajar dan si Diana nanya sama aku. Aku tunggu beberapa menit ternyata ga ada respon sama sekali dari si Diana ini, oke lanjut ke cara selanjutnya

  • Pura-pura Batuk

Eheem…eheemm, dan akhirnya aku mendapatkan perhatian dari si Diana, walaupun dia Cuma noleh doang, setelah itu dia langsung fokus lagi ke buku bacaanya. Tidak habis cara, aku langsung menggunakan cara yang ke tiga


  • Ajak ngobrol
Dengan membranikan diri dan tekad yang bulat, aku pun langsung duduk di depan meja si Diana duduk, dan langsung mengajaknya ngobrol,

“ eh emm, diana lagi baca apa ? “ tanyaku dengan gugup

“ lagi baca novel “ jawabnya

“ ko kamu ga ke kantin sama temen-temen “ tanyaku lagi

“  lagi males, “ jawabnya. Disini aku masih belum mendapatkan perhatian yang lebih dari si Diana

  • Cari tau apa kesukaanya

Diana ini orangnya suka banget baca buku, entah itu buku Novel, pelajaran, atau yang lainnya, tapi sampai sekarang aku ga tau buku jenis apa kesukaanya si Diana, nah karena kebetulan si Diana lagi baca buku, aku punya kesempatan untuk mencari tau buku  apa kesukaanya.

“ Diana suka baca buku apaan “ tanyaku kepada si Diana ini

Diana langsung merespon pertanyaanku ini

“ kalau aku sih, sukanya baca buku novel sci-fi, kaya novel Harry poter yang aku baca ini “

“ wah kalau begitu, sama dong kaya aku, aku juga suka novel berjenis sci-fi “, jawabku dengan lugas, padahal aku sama sekali ga suka dengan yang namanya baca buku,hehe, namanya juga usaha, apapun dilakakun demi mendapatkan yang diinginkan

“ masa sih dan, aku ga nyangka loh, padahal kamu kan orangnya kan keliatanya jarang baca buku “

“ jangan liat orang dari luarnya lah na, bisa jadi luarnya jelek dalemnya lebih jelek hehe “ jawabku

  • Ajak jalan

Nah karena disini aku sudah mulai mendapatkan perhatian dari si Diana, saatnya untuk ajak dia jalan

“ Diana, nanti pulang sekolah sibuk ga “

Si Diana pun langsung menjawab pertanyaanku, “ nggak dan, emang kenapa “

Karena dia suka baca buku, aku pun langsung memberanikan diri untuk mengajak si Diana untuk menemaniku ke Toko buku

“ jadi gini, nanti aku mau ke toko buku, kamu mau ga temenin aku ke sana “

“ mau dong dan, apalagi aku udah jarang pergi ke toko buku, kapan kesananya “ jawab si Diana dengan senangnya
Aku ga tau kalau responya secepat ini

“ yaudah, nanti pulang sekolah kita langsung ke toko buku “

Dan akhirnya untuk pertama kalinya, aku bisa jalan berdua sama seorang perempuan yang aku taksir, walaupun memang bukan sebagai pacar, tapi aku ngerasanya sebagai pacar ko hehe, dan itulah cerita ku ketika bisa mengajak seorang perempuan untuk jalan.




Kebanyakan orang bilang selingkuh itu susah, tapi menurut gua selingkuh itu ga susah ko, asal lu tau caranya, kayanya kalimat tadi...




Kebanyakan orang bilang selingkuh itu susah, tapi menurut gua selingkuh itu ga susah ko, asal lu tau caranya, kayanya kalimat tadi absurd banget, jadi lupain aja,

Nama gua dandy. Ya jadi gini, gua punya temen namanya rio, orangnya keren, uangnya banyak, pakainya udah kaya mall berjalan, pacar gunta ganti mulu, ya gua sebagai orang yang selalu mencari keuntungan dalam pertemanan gua gamau rugi dong dalam berteman dengan si Rio ini, jadi gua memamfaatkan ke bodohannya si Rio ini untuk di jadikan keuntungan, walaupun kaya tapi dia bodohnya keterlaluan dan dia selalu minta saran sama gua dalam berbagai aspek kehidupan yang dia jalani, ya gua sebagai temen yang baik selalu memberikan saran yang terbaik buat dia,

jadi begini pada suatu hari yang cerah, ga cerah-cerah banget sih agak sedikit mendung, si Rio dengan muka pucat seperti zombie di film World War Z, datang menghampiri gua yang sedang menikmati secangkir susu coklat panas yang ditemani sepiring roti panggang di sudut kantin di sekolah.

“ woy dan gua ada masalah nih “ sahut rio, sambil duduk didepan gua

“ Masalah apa yo, cerita aja sama gua, syukur-syukur gua bisa bantu lu “ jawab gua

Akhirnya si rio pun menceritakan masalahnnya. “ jadi gini dan, tadi pacar gua minjem hp gua, eh trus ga sengaja dia liat foto gua sama luna, cewe yang gua taksir itu dan, yaa si Luna sih kayannya ada perasaan juga sama gua, tapi gua ga mau putus sama si Rini, jadi gua harus gimana dong dan “

Gua tiba-tiba tersedak roti panggang setelah mendengar pernnyataan si Rio tadi, “ set dah, lu pacar satu aja belum abis, ini udah mau  selingkuh lagi “, sahut gua sambil minum

“ Ya sebagai anak muda yang penuh talenta dan bakat dalam berpacaran, gua harus mengembangkan talenta gua ini “, sahut Rio, dengan sombongnya

Memang Rio ini merupakan anak yang cukup populer di kalangan wanita, tapi untuk masalah cinta-mencintai, dia kalah jauh dibanding gua. Banyak pepatah yang bilang ‘ pengalaman adalah pelajaran terbaik ‘, tapi kayanya pepatah itu ga mempan sama gua,  buktinya gua yang belum pernah pacaran sama sekali mempunyai pengetahuan yang lebih luas tentang cinta mencintai di banding si Rio. Yasudahlah kita lupakan saja, kita lanjut kepermasalahanya

“ Ok yo, gua punya saran nih buat lu, biar lu ga ketahuan selingkuh “ sahut gua

“ sarannya apa dan “ Tanya si Rio dengan muka penasaran

Nah disini gua memanfaatkan keahlian gua, untuk mendapatkan makan siang gratis.

“ Tapi syaratnya lu harus bayarin makanan gua ini, oke “

“ Setuju, tapi kasih tau dulu sarannya “, jawab si Rio

Jadi begini tipsnya


Pastikan punya dua handphone atau lebih
Nah yo, lu harus punya dua handphone, yang handphone satu buat lu chatting  sama si Rini, nah yang satu lagi buat  lu chatting sama si Luna, emang sedikit ribet si yo, tapi ini merupakan cara paling ampuh yo, dibanding lu harus selalu ngehapusin chattanya lu sama si Luna, trus ngehapus foto-foto lu sama si Luna, biar ga ketahuan sama si Rini.

Harus bisa membagi waktu, antara selingkuhan dengan pacar
Kalo lu emang ga bisa ngebagi waktu antara selingkuhan dengan pacar lu, mendingan ga usah selingkuh lah yo. Karena ini merupakan yang paling penting yo, cewe kan juga butuh perhatian dari cowonya, jadi mana ada sih cewe yang mau waktu cowonya buat dia dibagi sama cewe lain, makanya lu harus pintar-pintar bagi waktu dah yo.

Jangan terlalu kenal sama keluarga selingkuhan
Nah ini yang biasanya sering dilupain sama orang yang selingkuh, bisa jadi keluarga selingkuhan lu ini ada yang kenal sama pacar lu yo, kan bahaya, nanti bisa-bisa lu diaduin ke pacar lu, jangan sampe dah yo.

Putusin pacar lu
Nah ini merupakan cara yang paling ampuh, dari semua cara yang gua sebutin tadi, kalo emang lu gamau ribet sama tips yang tadi gua sebutin, dan lu jauh lebih cinta dengan si Luna, mendingan lu putusin aja si Rini, kan jadinya enak, jadi kalo kemana-mana sama si Luna, lu ga usah takut kepergok sama si Rini.

“ Ok dah dan, saran lu ini memang keren banget dah “ sahut si Rio dengan lantangnya, sambil lari meninggalkan gua.
“ woy yo, keren sih keren, tapi bayarin dulu dong makanan nih, dasar lu yo, awas aja lu yo kalo ketemu “!!



Diberdayakan oleh Blogger.