Memang susah rasanya untuk melupakan sesuatu yang kita sayangi, apalagi kenangan bersamanya begitu berbekas di hati ini, dan walaupun kit...

Belajar untuk melupakanya

Memang susah rasanya untuk melupakan sesuatu yang kita sayangi, apalagi kenangan bersamanya begitu berbekas di hati ini, dan walaupun kita sudah bersusah payah untuk melupakanya, itu malah membuat kenangan bersamanya semakin melekat di hati dan pikiran ini, dan ini merupakan kisah bagaimana diriku berusaha untuk melupakan kenangan bersamanya.

Sudah seharian ini pikiran ku kacau, tapi di satu sisi, diri ini merasa bebas, entah kenapa keputusanku untuk memutuskan hubunganku dengan si Diana begitu berat rasanya.

Kemarin aku membuat keputusan yang paling besar dalam sejarah hidupku. Dan ini semua berawal saat disekolah, aku melihat Diana sedang bercakap-cakap dengan Rino di salah satu meja di kantin, Rino merupakan salah satu cowo paling kaya disekolah, entah kenapa rasa penasaran ini begitu menggebu-gebu untuk mengetahui apa yang mereka bicarakan, dengan rasa penasaran yang tinggi aku duduk di dekat meja tempat mereka berbicara,

Dan pada saat itu pula, aku bisa mendengar percakapan mereka berdua, dan sepertinya mereka tidak menyadari kehadiranku didekat mereka

“ Diana, kata teman-teman, kamu pacarnya Dandy ya ? “ Tanya si Rino dengan rasa penasaranya

Diana terlihat bingung ingin menjawab apa, aku bisa melihat dari raut wajahnya, tapi sepersekian detik kemudian, Diana menjawab pertanyaan Rino

“ Ehh..emm, a…aaku bukan pacarnya dandy ko, itu mah cuma gosip, kita cuma teman ko  “

Jawaban Diana kepada si Rio ini membuat seakan-akan langit ini runtuh menimpah ku, dan pada saat itu pula aku pergi meninggalkan mereka berdua yang sedang asyik berbicara dengan hati yang hancur dan sedih, aku tidak tau harus mencurahkan perasaan ini kemana lagi, hidupku terasa hancur secara tiba-tiba, taktakala mendengar ucapan wanita yang sudah memberikan kenangan begitu indah kepadaku ini.

Tidak ingin larut dari kesedihan, aku memutuskan mengirim pesan kepada Diana untuk menemuiku di taman yang biasa kita kunjungi bersama saat pulang sekolah.

“ Kring….Kring…!!! “ bel sekolah berbunyi menandakan waktu untuk pulang, aku bergegas mengayuh sepedaku untuk pergi menemui Diana di sana.

30 menit lamanya aku menunggu dirinya, sepertinya Diana tidak datang, saat hendak pergi dari taman, aku melihat sesosok wanita yang tidak asing lagi dimataku, dari kejauhan aku bisa melihatnya kalau sosok itu adalah Diana, aku pun mengurungkan niatku untuk pergi dari taman.
Diana terlihat sangat cantik, dia melihatku dengan senyumnya yang sangat tidak bisa kulupakan, senyumanya begitu indah, sehingga tanpa kusadari dia sudah begitu dekat dengan diriku, Dan diana langsung bertanya kepadaku

“ Hey, kamu sudah lama disini ya ? “

“ Eh…emm, iya “ jawabku sambil berusaha melepaskan pandanganku kepada dirinya
Diana terlihat bingung dengan sikapku yang begitu dingin, sehingga dia bertanya lagi kepadaku

“ Dan…kamu gapapa, kamu marah ya sama aku ?, emang aku salah apa ? “

Pertanyaan Diana tadi membuat diriku langsung ingin mengungkapkan apa yang kulihat tadi disekolah

“ Jadi begini, tadi disekolah aku ga sengaja mendengar pembicaraan kamu dengan si Rino, dan ada satu kalimat yang sangat menyakitkan bagi diriku yang kamu ucapkan kepada Rino, kamu ngaku sama Rino kalau kita ga pacaran, trus hubungan kita selama ini tuh apa ? “

Pernyataanku kepada Diana tadi membuat dirinya bingung, Diana terlihat gelisah dan sepertinya dia tidak tau harus menjawab apa. Entah apa yang ada dipikranku ini dan mungkin karena rasa dikhinati aku langsung mengucapkan….

“ oke, kalo kamu ga bisa ngasih jawabanya, lebih baik kita putus !!!!

Seketika itu pula, Diana terlihat kaget dan matanya mengeluarkan air mata, dia tidak mampu berkata-kata, dan tidak mampu menjelaskan apa yang aku tanyakan. Tidak mau menunggu dirinya menangis dan terdiam, aku memutuskan untuk mengambil sepedaku dan pergi meninggalkanya, setelah beberapa meter, aku menoleh kebelakang, dan aku masih terheran-heran ada apa dengan dirinya, dia sama sekali tidak bereaksi. Dengan perasaan yang sangat kecewa dan sedih aku terus mengayuh sepedaku menjauh dari sana.

Aku pun berpikir untuk pergi kerumah Rio sahabatku untuk mencurahkan masalah ini kepadanya. Rio merupakan sahabatku dari kecil, kita sering bermain bersama, berbagi pengalaman bersama, dan kami pun juga sering berbagi keluh dan kesah bersama-sama.

“ Rio….Rio “ panggilku didepan pintu rumah Rio, sesaat setelah sampai dirumahnya. Lalu tiba-tiba pintu terbuka, dan terlihat sosok yang tak lain adalah sahabatku Rio

“ wey dan, apa  kabar, tumben kesini lu , ayo…masuk “

Tanpa menjawab salam dari Rio, aku langsung masuk kedalam rumahnya. Rio terlihat kebingungan dengan sikapku, sesaat setelah aku duduk, Rio langsung bertanya lagi kepadaku dengan penasaran

“ Dan ada apa…?, lu ada masalah dan ? “

Aku langsung menjawab apa yang Rio tanyakan

“ Jadi begini yo, gua sama Diana putus “
Rio terlihat kaget dengan jawabanku, sesaat itu pula ia bertanya kepadaku apa masalahnya, aku pun langsung menjelaskan apa permasalahanya

“ jadi begini yo……. “

“ bentar-bentar dan…, gua ambilin minum dulu “ sahut Rio, memotong penjelasanku.
3 menit kemudian, Rio kembali dengan membawa dua cangkir jus jeruk

“ Nih dan, minum dulu “

Setelah meminum jus jeruk yang Rio buatkan, aku langsung menjelaskan masalah yang aku alami tadi, Rio terlihat cukup serius ketika mendengarkan masalah yang aku ceritakan kepadanya.

“ Oh, jadi begitu masalahnya, benar juga sih, kalo gua jadi lu, gua pasti akan  melakukan hal yang sama, ya gua tau perasaan lu dan, gimana lu ga kecewa, pacar sendiri aja ga diakuin, udah sekarang lu lupain semuanya, kenangan denganya, oke dan“

Pernyataan Rio tadi membuat diriku ini merasa lega atas apa yang terjadi tadi.

“ Thanks banget dah yo, lu  emang sahabat gua yang paling the best lah “ kataku, sambil sedikit tersenyum, berusaha untuk melupakan kejadian tadi
Aku pun memutuskan untuk beristirahaat dan pulang kerumah, dan belajar untuk melupakanya

Lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT
Saat aku memasuki kamarku, aku teringat akan nasihat ayahku, ” bahwa jika kau mendapatkan kesenangan atau mendapatkan masalah, selalu ingatlah kepada Allah SWT ”, karena Allah akan senan tiasa mendengarkan keluh kesahmu, karena nasihat itu, aku langsung pergi menuju kamar mandi dan mengambil wudhu dan melaksanakan sholat, sehabis sholat aku tidak lupa untuk berdo’a agar masalah ini tidak terus menghampiri pikiranku, setelah sholat pikiran ini terasa jauh lebih tenang dibanding sebelumnya.

Jauhkan ingatan tentang dia
Setelah selesai sholat, aku melihat sebuah buku novel yang tidak asing, dan baru kusadari bahwa buku novel ini adalah pemberian dari Diana, aku pun membuka buku itu dan didalamnya terdapat secarik foto pertamaku dengan Diana, seketika pula aku tersenyum teringat kenangan yang kita jalani bersama, namun senyuman itu berubah menjadi kesedihan, karena Diana bukan miliku lagi, agar tidak ingin larut dalam kenangan, aku mengumpulkan semua barang-barang yang berkaitan dengan Diana, menaruhnya didalam sebuah Bok, dan menyimpanya di atas loteng.

Melakukan hal yang kusuka/hobi
Setelah kupikir-pikir, nasehat ibuku benar juga, ibuku pernah berkata bahwa, “ Urusan cinta nanti aja, sekarang fokusin hal apa yang kamu suka hingga kamu bahagia dengan hobimu, dan nanti setelah itu perlahan-lahan cinta akan datang menghampirimu “, betapa bodohnya aku selama, aku tidak pernah mendengarkan nasihat ibu, dan sekarang aku menyesal, akupun langsung membuka laptopku dan kembali menulis cerita di blog yang sempat tertunda oleh waktu pacaranku, menulis blog adalah hobiku tetapi semenjak pacaran dengan Diana, hobiku ini menjadi terbengkalai, dan aku menulis blog lagi agar pikiran bisa lupa dari kenangan dengan Diana.

Lupakan masa lalu, jalani masa sekarang
Setelah selesai menulis blog, aku jalan menuju tempat tidurku dan berrusaha untuk istirahat, tetapi sesaat hendak menutup mata, terdengar suara yang memanggil-manggil diriku dari balik pintu kamar ini, setelah ku buka, yang tak lain memanggil diriku adalah adikku

“ Ka…ka…main ps yu ka, temenin ade, ade bosen sendirian kalo mainya sendiri “
Wah itung-itung refreshing

“ Ayo..main, tapi kalo kalah jangan nangis ya, hehe “ ejekku

“ ngga lah, aku kan anak pintar, anak pintar kata mama ga boleh nangis “ jawab adeku dengan lugunya. Setelah itu aku dan adik ku, bermain video game bersama-sama, dan sudah dapat dipastikan aku selalu menang kalau bermain bola dengan adikku ini.
Saat sedang asyik-asyiknya bermain adikku ini mengeluh

“ Ahh…ga seru, kaka curang, kaka menang mulu, aku jadi males lah mainya “, setelah itu dia langsung pergi meninggalkanku dan mengadu sama ibu sambil menangis

Dan tiba-tiba terdengar suara mengerikan

“ Dandy!!!!, kamu apain ade kamu sampe nangis begini “

Dan tak lain sumber suara itu adalah berasal dari ibuku. karena saat ini aku tidak ingin berdebat dengan ibuku, aku langsung pergi keluar dari rumah

Berkumpul bersama teman-teman
Setelah lolos dari amarah ibuku, tiba-tiba ponselku berbunyi, ternyata ada pesan dari teman se genk ku untuk berkumpul di rumah roby, setelah mendapatkan pesan itu aku langsung mengayuh sepedaku untuk menuju rumah roby, namun ketika aku melewati taman, aku melihat perempuan yang telah membuatku sangat kecewa, ya, perempuan itu adalah Diana, aku melihat Diana sedang bersama Rino di taman, mereka  terlihat sedang bermesraan disana. oleh karena itu, sekarang aku tau kenapa Diana tidak menjawab pertanyaanku tadi di taman, karena dia sebenarnya ingin putus denganku, dan setelah itu menjalin hubungan dengan Rino, betapa bodohnya diriku ternyata selama ini aku memilih perempuan yang salah

Tidak mau teringat lagi akan kenangan bersamanya yang sudah berusaha ku lupakan, aku terus mengayuh sepeda ini hingga tanpa kusadari sebentar lagi aku akan sampai dirumah Roby, dan dari kejauhan aku bisa melihat teman-temanku sedang bercanda dan bermain bersama si teras rumah Roby

“ wey dan, lama banget lu, kita udah nunggui dari tadi nih “ sahut salah satu temanku

“ iya sorry, tadi sepedanya agak goyang, jadi gua ngegowesnya pelan-pelan, hehehe “

Tiba-tiba salah satu temanku berkata

“ oke karena orangnya sudah  lengkap, ayo kita main poker “

Akhirnya kami pun bermain poker dengan senangnya, dan kadang-kadang aku melakukan hal yang curang untuk menang, dan rasanya semua pikiranku tentang Diana sudah hilang dengan bermain bersama teman-temanku ini


Tanpa kusadari waktu sudah menunjukan pukul  5 sore, berarti waktunya untuk pulang. Aku pun pamit kepada teman-temanku untuk pergi, sesaat setelah sampai dirumah, tubuh ini terasa lelah sekali, aku pun memutuskan untuk beristirahat dan melupakan semua hal  yang berkaitan dengan Diana. 

0 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.